Wellness and Lifestyle Industry: Peluang Bertumbuh Bersama Perubahan Cara Hidup Masyarakat

August 28, 2026 8 min read admin
Wellness and Lifestyle Industry: Peluang Bertumbuh Bersama Perubahan Cara Hidup Masyarakat

Beberapa tahun terakhir, kita melihat perubahan nyata dalam cara masyarakat memandang kesehatan. Orang tidak lagi hanya mencari pengobatan ketika sakit. Semakin banyak orang mulai memperhatikan makanan yang dikonsumsi, aktivitas fisik, kesehatan mental, kualitas tidur, lingkungan tempat tinggal, serta keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi.

Perubahan tersebut mendorong berkembangnya wellness and lifestyle industry. Sebagai Rektor Matana University, saya memberikan perhatian terhadap perkembangan industri ini, terutama karena bidang wellness and lifestyle menyentuh banyak aspek kehidupan sekaligus membuka ruang bagi pendidikan, penelitian, inovasi, kewirausahaan, dan pengabdian kepada masyarakat.

Bagi Matana University, perkembangan industri ini tidak cukup hanya diamati sebagai tren bisnis. Perguruan tinggi perlu ikut memikirkan bagaimana pertumbuhan industri tersebut dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

Dari Pengobatan Menuju Pencegahan dan Kualitas Hidup

Wellness dapat dipahami sebagai proses aktif dalam membuat pilihan untuk mencapai kehidupan yang lebih sehat dan lebih baik. Pengertiannya lebih luas daripada sekadar tidak sedang sakit. Wellness mencakup kesehatan fisik, mental, emosional, sosial, lingkungan, pekerjaan, dan kehidupan yang bermakna.

Sementara itu, lifestyle atau gaya hidup menggambarkan bagaimana seseorang menjalani kehidupan sehari-hari. Di dalamnya termasuk cara makan, bekerja, berolahraga, beristirahat, menggunakan teknologi, berinteraksi dengan orang lain, memilih tempat tinggal, dan menggunakan waktu luang.

Dengan demikian, wellness memberikan arah menuju kehidupan yang lebih baik, sedangkan lifestyle menunjukkan bagaimana arah tersebut dijalankan dalam keseharian.

Wellness tentu tidak menggantikan layanan medis. Ketika seseorang mengalami gangguan kesehatan, diagnosis dan pengobatan tetap harus dilakukan oleh tenaga kesehatan yang berwenang. Wellness lebih menekankan pencegahan, pembentukan kebiasaan sehat, dan peningkatan kualitas hidup. Keduanya berbeda, tetapi dapat saling melengkapi.

Mengapa Industri Ini Berkembang Pesat?

Pandemi COVID-19 menjadi salah satu titik penting yang mempercepat kesadaran terhadap kesehatan. Banyak orang mulai memahami bahwa kesehatan tidak dapat dianggap sebagai sesuatu yang biasa. Pada saat yang sama, tekanan pekerjaan, perkembangan teknologi, perubahan pola interaksi sosial, serta meningkatnya penyakit tidak menular membuat masyarakat semakin membutuhkan solusi yang membantu mereka menjalani hidup secara lebih sehat dan seimbang.

World Health Organization menyebut pola makan tidak sehat, kurangnya aktivitas fisik, penggunaan tembakau, konsumsi alkohol yang berbahaya, dan pencemaran udara sebagai faktor risiko utama penyakit tidak menular. WHO juga melaporkan bahwa sekitar 31 persen penduduk dewasa dunia belum memenuhi rekomendasi aktivitas fisik. Kondisi ini menunjukkan bahwa perubahan gaya hidup mempunyai peran penting dalam menjaga kesehatan masyarakat.

Perhatian terhadap kesehatan mental juga meningkat. Tekanan pekerjaan, ketidakpastian ekonomi, kesepian, penggunaan media digital secara berlebihan, dan kaburnya batas antara waktu kerja dan waktu pribadi membuat isu kesehatan mental semakin terbuka untuk dibicarakan.

Perubahan kebutuhan masyarakat tersebut kemudian diikuti oleh perkembangan pasar. Menurut Global Wellness Institute, nilai ekonomi wellness dunia mencapai sekitar USD6,8 triliun pada 2024, meningkat 7,9 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Nilainya telah lebih dari dua kali lipat dibandingkan 2013 dan diproyeksikan mendekati USD9,8 triliun pada 2029.

Angka tersebut menunjukkan bahwa wellness bukan lagi sekadar tren sesaat. Industri ini sedang menjadi bagian penting dari perubahan ekonomi dan cara hidup masyarakat.

Ragam Industri Wellness and Lifestyle

Ketika mendengar istilah wellness, sebagian orang mungkin langsung membayangkan pusat kebugaran, spa, atau produk kecantikan. Padahal, ruang lingkupnya jauh lebih luas. Global Wellness Institute mengelompokkan ekonomi wellness ke dalam 11 sektor utama.

1.    Personal care and beauty
Sektor ini mencakup produk dan layanan perawatan tubuh, kulit, rambut, kosmetik, serta kecantikan. Perkembangannya kini semakin terkait dengan keamanan bahan, keberlanjutan, personalisasi produk, dan komunikasi yang bertanggung jawab.

2.    Healthy eating, nutrition, and weight loss
Sektor ini meliputi makanan sehat, minuman fungsional, suplemen, konsultasi nutrisi, dan pengelolaan berat badan. Tantangannya adalah memastikan bahwa produk dan informasi yang diberikan didukung oleh pengetahuan yang benar dan tidak menggunakan klaim kesehatan secara berlebihan.

3.    Physical activity
Di dalamnya terdapat pusat kebugaran, olahraga, aktivitas luar ruang, perlengkapan olahraga, aplikasi kebugaran, dan perangkat pemantau aktivitas. Sektor ini berkembang dari sekadar olahraga menjadi bagian dari kebiasaan hidup sehari-hari.

4.    Wellness tourism
Wellness tourism merupakan perjalanan yang dilakukan untuk mempertahankan atau meningkatkan kesejahteraan. Bentuknya dapat berupa retreat, wisata alam, aktivitas kebugaran, pengalaman kuliner sehat, spa, atau program relaksasi yang dipadukan dengan layanan hospitality.

5.    Wellness real estate
Sektor ini mencakup hunian, gedung, tempat kerja, dan kawasan yang dirancang untuk mendukung kesehatan penggunanya. Unsurnya antara lain kualitas udara dan pencahayaan, ruang hijau, jalur pejalan kaki, fasilitas olahraga, keamanan, serta ruang untuk membangun interaksi sosial.

6.    Mental wellness
Sektor ini meliputi layanan konseling, pengelolaan stres, meditasi, mindfulness, pengembangan diri, serta berbagai aplikasi pendukung kesehatan emosional. Pertumbuhannya menunjukkan bahwa kesehatan mental semakin dipandang sebagai bagian penting dari kualitas hidup.

7.    Traditional and complementary medicine
Sektor ini mencakup praktik kesehatan tradisional dan komplementer, termasuk penggunaan herbal dan metode perawatan yang tumbuh dari pengetahuan budaya. Pengembangannya perlu memperhatikan bukti manfaat, keamanan, standardisasi, dan kompetensi penyedia layanan.

8.    Public health, prevention, and personalized medicine
Ruang lingkupnya meliputi pemeriksaan kesehatan, pencegahan penyakit, pemantauan kondisi tubuh, serta layanan yang disesuaikan dengan profil individu. Teknologi dan analisis data mempunyai peran yang semakin penting dalam sektor ini.

9.    Spas
Spa menyediakan layanan relaksasi, perawatan tubuh, kebugaran, dan pemulihan. Saat ini, spa tidak hanya berkembang sebagai layanan kecantikan, tetapi juga menjadi bagian dari hospitality dan wellness tourism.

10.    Thermal and mineral springs
Sektor ini memanfaatkan sumber air panas dan mineral untuk rekreasi serta pengalaman wellness. Indonesia mempunyai potensi untuk mengembangkan sektor tersebut dengan menggabungkan kekayaan alam, budaya lokal, dan pengelolaan destinasi yang berkelanjutan.

11.    Workplace wellness
Workplace wellness mencakup program untuk meningkatkan kesehatan, keselamatan, keterlibatan, dan keseimbangan hidup pekerja. Programnya dapat berupa pemeriksaan kesehatan, ergonomi, aktivitas fisik, dukungan kesehatan mental, pengelolaan beban kerja, dan pembentukan budaya kerja yang sehat.

Dalam praktiknya, berbagai sektor tersebut sering kali saling berhubungan. Sebuah hotel dapat menawarkan makanan sehat, fasilitas olahraga, spa, ruang terbuka, dan program relaksasi. Kawasan hunian dapat mengintegrasikan ruang hijau, jalur pejalan kaki, fasilitas kesehatan, dan ruang interaksi sosial. Perusahaan teknologi dapat menggabungkan aplikasi, perangkat wearable, serta analisis data untuk memberikan rekomendasi gaya hidup yang lebih personal.

Kaitan dengan Program Studi di Matana University

Luasnya wellness and lifestyle industry menunjukkan bahwa bidang ini tidak hanya berhubungan dengan ilmu kesehatan. Pengembangannya membutuhkan kontribusi dari bidang bisnis, pariwisata, desain, arsitektur, keselamatan kerja, teknologi, data, dan ilmu medis. Di sinilah berbagai program studi di Matana University dapat berkontribusi sesuai dengan bidang keilmuannya.

Program Studi Manajemen Bisnis dan Magister Manajemen dapat mengembangkan kajian mengenai perilaku konsumen, pemasaran, strategi, sumber daya manusia, inovasi, dan model bisnis wellness. Industri ini memerlukan pengelola dan wirausahawan yang tidak hanya memahami peluang pasar, tetapi juga mampu membangun usaha yang etis dan berkelanjutan.

Program Studi Akuntansi dapat berkontribusi dalam perencanaan keuangan, pengendalian biaya, pengukuran kinerja, audit, perpajakan, dan pelaporan keberlanjutan. Pertumbuhan industri wellness perlu didukung oleh tata kelola dan pertanggungjawaban bisnis yang baik.

Program Studi Pariwisata memiliki hubungan langsung dengan wellness tourism, spa, hospitality, pengelolaan destinasi, kuliner, dan pengalaman pelanggan. Indonesia mempunyai peluang mengembangkan destinasi wellness yang memadukan alam, budaya, pelayanan, dan kearifan lokal.

Program Studi Arsitektur dapat berperan dalam wellness real estate melalui perancangan bangunan dan kawasan yang memperhatikan pencahayaan, kualitas udara, sirkulasi, akses terhadap ruang hijau, aktivitas fisik, kenyamanan, dan interaksi sosial.

Program Studi Keselamatan dan Kesehatan Kerja mempunyai kontribusi penting terhadap workplace wellness. Keselamatan kerja, ergonomi, kesehatan pekerja, pengelolaan stres, dan lingkungan kerja yang sehat merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari kesejahteraan serta produktivitas organisasi.

Program Studi Desain Komunikasi Visual dapat membantu menyampaikan pesan mengenai kesehatan dan gaya hidup melalui komunikasi visual yang menarik, mudah dipahami, dan bertanggung jawab. Kemampuan tersebut juga dibutuhkan untuk membangun merek dan pengalaman konsumen dalam industri wellness.

Program Studi Fisika Medis dapat mendukung pemahaman mengenai teknologi kesehatan, sistem pengukuran, keamanan peralatan, dan penerapan ilmu fisika dalam pelayanan kesehatan. Kontribusi ini penting untuk membedakan inovasi yang mempunyai dasar ilmiah dari produk yang sekadar menggunakan klaim kesehatan.

Program Studi Data Science dapat mengembangkan analisis pola hidup, perilaku konsumen, data aktivitas fisik, dan personalisasi layanan. Sementara itu, Program Studi Informatika dapat berkontribusi melalui pengembangan aplikasi, platform digital, Internet of Things, dan sistem informasi pendukung wellness. Dalam penerapannya, aspek keamanan dan perlindungan data pribadi harus tetap menjadi perhatian.

Keterkaitan tersebut tidak berarti bahwa setiap program studi harus berubah menjadi program studi wellness. Bidang wellness and lifestyle justru dapat menjadi ruang kolaborasi lintas program studi melalui penelitian bersama, proyek mahasiswa, kegiatan kewirausahaan, pembelajaran berbasis kasus, dan pengabdian kepada masyarakat.

Kontribusi Matana University dan Paramount Enterprise

Matana University merupakan bagian dari PT Paramount Enterprise International. Hubungan ini memberikan peluang yang baik untuk membangun kolaborasi dalam pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat. Lingkungan usaha Paramount yang antara lain mencakup bidang properti, kesehatan, dan hospitality dapat menjadi ruang belajar nyata bagi dosen dan mahasiswa.

Kolaborasi tersebut dapat diarahkan pada penelitian terapan, pengembangan pengalaman pelanggan, perancangan lingkungan yang mendukung kesehatan, peningkatan wellness di tempat kerja, program magang, serta pengembangan produk dan layanan baru. Bagi mahasiswa, keterlibatan dengan dunia industri akan membantu mereka memahami bahwa inovasi harus mampu menjawab kebutuhan nyata, bukan hanya menarik secara konseptual.

Sebagai Rektor, saya ingin mendorong agar Matana University terus memperkuat kontribusinya dalam bidang ini. Perhatian tersebut perlu diwujudkan melalui pembelajaran yang relevan, penelitian lintas disiplin, kolaborasi dengan dunia industri, dan pengabdian yang memberikan dampak bagi masyarakat.

Mahasiswa juga perlu didorong untuk melihat wellness and lifestyle bukan hanya sebagai pasar yang sedang berkembang. Bidang ini merupakan kesempatan untuk menciptakan solusi yang bermanfaat, membangun usaha yang bertanggung jawab, dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.

Bertumbuh dengan Bertanggung Jawab

Masa depan wellness and lifestyle industry akan sangat menarik. Namun, keberhasilannya tidak seharusnya hanya diukur dari besarnya penjualan atau cepatnya pertumbuhan pasar. Ukuran yang lebih penting adalah sejauh mana industri ini membantu masyarakat hidup lebih sehat, produktif, aman, terhubung, dan bermakna.

Perguruan tinggi mempunyai tanggung jawab untuk menjaga agar inovasi berjalan bersama ilmu pengetahuan, etika, kepedulian sosial, dan keberlanjutan. Inilah ruang tempat Matana University dapat terus belajar, berkolaborasi, berinovasi, dan memberikan kontribusi.

Wellness pada akhirnya bukan sekadar tentang mengikuti tren hidup sehat. Wellness adalah tentang membangun pilihan hidup yang lebih baik—bagi diri sendiri, organisasi, masyarakat, dan lingkungan.

- Bramantyo Djohanputro, Rektor

Share this article:
Halo, butuh bantuan? Yuk chat sekarang!
Chat on WhatsApp